QUANTUM FITRAH MTQ-NAQS

Mereset kembali pola energi Anda agar kembali sesuai dengan Fitrah diri, selaras dengan Energi Alam dan Energi Ilahi.

ASAL PENYAKIT

Kesibukan serta aktivitas manusia dalam mengejar pemenuhan akan kebutuhan hidupnya, akan menggeser keseimbangan diri yg fitrah ini dari titik NOL condong ke arah garis X ataupun garis Y. Baik
kebutuhan duniawi maupun kebutuhan ruhani, keduanya sama-sama mempunyai kontribusi untuk menggeser titik keseimbangan ini....

Titik Nol ini dalam khasanah metafisika disebut kondisi Nafsul Muthmainnah atau kondisi jiwa/nafs yg tenang dan damai.

Ketika kita mengejar pemenuhan kebutuhan duniawi, maka potensi yang kita gunakan adalah potensi nafsu yang terkait dengan dimensi materi yaitu ammarah, Supiyah dan juga lawwamah. atau kalau dalam bahasa modern disebut dengan PASSION. Yang memunculkan kondisi Hubbud Dunya.

Dan ketika kita mengarahkan fokus diri untuk memenuhi kebutuhan spiritual, kita juga menggunakan dimensi nafsu/diri yg terkait dengan dimensi spiritual juga. Yaitu nafsul Radliyah, Mardhiyah, dll. Yang memunculkan kondisi Hubbillah....

Kedua kutub ekstrim dari kondisi jiwa tersebut akan membuat ketidak seimbangan dari dimensi jasmani/materi yg dapat mengakibatkan sakit dan juga penyakit.... baik penyakit fisik, psikosomatis, ataupun penyakit di aspek hidup yang lain, semisal sakit secara finansial, sosial, dll.

Maka dengan membawa jiwa kembali ke titik NOL, maka ketidak seimbangan diri di dimensi materi akan dapat di harmoniskan kembali. Sehingga terjadi pemulihan diri menuju kesehatan yg sempurna di segala aspeknya.

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" [QS. AL-Mulk : 3]

"Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang," [QS. Al-Infithaar : 7]

TUJUAN TERAPI

Baik yang menggunakan tekhnik Quantum ataupun Tekhnik Reiki Sufi pada prinsipnya adalah agar terjadi Reset atau format ulang Pola energi di layer Quantum Diri. Menuju keseimbangan diri yang merupakan kondisi Fitrah manusia. Sehingga kondisi kesehatan akan kembali pulih sehat sebagaimana sedia kala....

Sejak awal sesi, tujuan terapi ini harus dicamkan kuat-kuat di dalam benak terapist maupun klien dan harus difahami dengan baik. Hal ini sangat penting dilakukan agar kedua belah fihak dapat mengikuti proses terapi secara baik dan berkesinambungan. Karena terkadang, pemulihan kesehatan baru dapat dicapai setelah dilakukan lebih dari dua kali sesi terapi.

KEKUATAN PEMAHAMAN

Tahapan terpenting sebelum memberikan tindakan terapi kepada pasien adalah memberikan Informasi, Input Data, dan Pemahaman yang cukup mengenai metode terapi yang digunakan serta bagaimana proses terapi tersebut di jalankan.

Prinsip hidup sehat secara Holistik adalah lewat menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan ruh untuk selaras atau harmonis dengan alam dan juga Tuhan. Dari prinsip ini maka diketahui, bahwa proses terapi haruslah terjadi juga di ketiga layer tersebut agar terjadi pemulihan kesehatan yang bersifat Efektif dan Permanen.

Layer yang harus juga diterapi yaitu :
1.    Layer DNA (Fisik)
2.    Layer Pikiran/Memory
3.    Layer Spiritual

Penyembuhan dengan menggunakan pendekatan Energy Healing, adalah ditujukan untuk memberikan terapi di layer Bioenergi dan DNA manusia. Dan proses terapi ini tidak akan dapat berhasil memberikan Dampak dan Pengaruh secara maksimal bila di tingkat pikiran, pasien tidak memahami proses terapi yang sedang berlangsung.

Proses edukasi ini dapat terjadi secara alamiah karena adanya informasi yang banyak beredar di masyarakat atau bersifat khusus, yaitu terapist memberikan edukasi kepada pasien sebelum terapi di laksanakan.

Itulah alasannya mengapa tekhnik terapi yang kami kembangkan di MTQ-NAQS, di awal-awal perjalanannya menggunakan istilah REIKI. Hal itu dimaksudkan untuk sekedar memberikan gambaran awal kepada masyarakat mengenai metode yang kami kembangkan di MTQ-NAQS. Sehingga dengan demikian, sebelum klien datang untuk meminta terapi. Paling tidak Mereka sudah mempunyai input data yang cukup mengenai proses terapi yang akan dilakukan.

Namun walau metode Energi Healing/Spiritual Healing dengan segala variasinya telah berkembang luas di masyarakat. Kita tetap wajib memberikan tahap pengenalan dan pendahuluan sebelum sesi terapi berlangsung. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara terapist dan klien mengenai metode yang digunakan. Karena tidak menutup kemungkinan tingkat pemahaman dari klien bisa sangat jauh berbeda dengan tingkat pemahaman dari terapist. Walaupun untuk sesuatu hal yang sama. Dan juga, walau tekhnik energi healing sudah cukup luas dikenal masyarakat. Belum tentu pasien anda mempunyai informasi yang cukup mengenai hal itu.

Reset Kesehatan di Layer Quantum

TUJUAN TERAPI ADALAH UNTUK MEMULIHKAN KESEIMBANGAN KOMPOSISI TUBUH.
 

Stimulasi energi yang kita lakukan dengan motode Quantum Therapy adalah sebuah intervensi energy yang bekerja di layer Quantum. Efek dalam melakukan terapi kepada klien sebenarnya secara otomatis akan  memicu mekanisme Harmony tubuh dan mereset atau memformat ulang komposisi tubuh klien menuju kondisi awalnya yang seimbang.

Sakit hakikatnya adalah merupakan indikasi adanya ketidak seimbangan di dalam diri. Dan ketika ketidakseimbangan ini telah dapat di reset secara penuh, dan kembali seimbang. Maka kesehatan klien akan pulih seperti semula...

Reset terjadi di dua dimensi :
1.    DNA, atau dimensi fisik.
2.    Memory, atau dimensi psikis.

"sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ."
(QS. At Tiin 95 : 4)

"Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang," ( QS. Al Infithaar 82:7 )


"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali- kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" ( QS. Al Mulk 67:3)
Kunci terjadinya proses reset ini ada lima :
  1. Niat :Sebelum melakukan terapi, kedua belah fihak yaitu terapis dan klien haruslah melakukan sesi terapi ini dengan niat sadar bahwa sesi yang akan dilakukan bertujuan untuk pemulihan kesehatan, dengan intervensi perubahan dimulai dari layer Quantum.
  2. Ilmu : Memahami cara kerja atau kerangka kerja dari terapi Quantum.
  3. Iman : Percaya bahwa pemulihan kesehatan dimungkinkan dapat terjadi dengan tekhnik dan metode yang dilakukan. Dan kedua belah fihak terjalin hubungan yang saling mempercayai (Unconscious Connected)
  4. Amal : Melakukan intervensi terapi sesuai framework Quantum Terapi.
  5. Ikhlas : Intervensi terapi dapat berhasil dengan maksimal bila dilakukan di zona Ikhlas. atau di zona bawah sadar (Q Zone).

Reset Quantum Harmony Seimbang Alami

Prinsip keseimbangan dan keharmonisan serta alami
Hal penting dalam teknik Terapi Quantum adalah tubuh manusia dilihat sebagai sistem yang saling berinteraksi baik antara organ tubuh , lingkungan dan alam semesta. Bila terjadi harmoni dalam interaksi itu maka terdapat kesehatan, sebaliknya ketidak harmonisan akan mendatangkan penyakit.

Mengatasi dari akar penyakit
Pada pengobatan modern setiap penyakit diberikan obat terapi untuk melawan kuman ataupun penyakit tersebut, sementara teknik Terapi Quantum lebih mengutamakan membangun keseimbangan tubuh dengan menormalkan organ-organ yang terkait sehingga tubuh mampu untuk melawan penyakit atau kuman.

Ketika ada virus menyerang maka obat-obatan modern diminum untuk membunuh virus tersebut, yang terkadang secara tidak sengaja juga membunuh sel tubuh (efek samping). Tetapi dengan teknik Terapi Quantum, tubuh diberdayakan untuk mampu melawan virus tersebut. Ibarat dalam sebuah perkelahian, teknik Terapi Quantum mengajarkan kita bela diri sehingga kita pada akhirnya bisa selalu menjaga diri sendiri, tetapi pengobatan barat membantu kita mengalahkan musuh sehingga kita selalu tergantung.
TAHAP TERAPI QUANTUM
Tahap 1: Pembersihan
Pembersihan tubuh dari lemak atau racun yang ada didarah dan saluran pencernaan.

Tahap 2: Penyeimbangan
Proses menyeimbangkan tubuh dari kekurangan zat dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Tahap 3: Pengaktifan
Mengaktifkan organ-organ dalam tubuh (ginjal, pankreas, hati, usus, paru-paru dan jantung).

Tahap 4: Penguatan
Menguatkan daya tahan dan vitalitas sehingga bisa bertahan terhadap penyakit.

Vibrasi, Resonasi dan Alam Semesta

Seluruh benda di alam semesta ini, termasuk pikiran dan perasaan kita, hanyalah lautan energi yang bergetar! Jika kita mem-breakdown benda apapun, kita akan menemukan bahwa benda tersebut memang tersusun dari bagian-bagian lebih kecil yang disebut molekul. Molekul-molekul tersebut bergetar…molekul tersusun atas atom – atom …atom tersebut juga bergetar…Atom tersebut tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil lagi yang disebut partikel sub atomik, seperti elektron, proton, dan neutron….Dan tahukah Anda …?  mereka pun juga bergetar... Dan … partikel-partikel itu ternyata juga tersusun dari bagian-bagian yang lebih kecil disebut Quark yakni ‘pilinan energi’ yang bergetar…

Benda-> Molekul->Atom-> Partikel->Quanta-> Energi Vibrasi.

Hal tersebut juga berlaku pada seluruh tubuh kita…Yang juga tersusun dari bahan yang sama, yakni molekul, atom, partikel sub atomik, dan ‘pilinan energi’ yang semuaya …. BERGETAR…Bervibrasi.

Jika, ditinjau dari fisika kuantum, semua benda di alam semesta ini tak lain hanyalah gumpalan energi yang bergetar dengan frekuensi yang berbeda-beda. Perbedaan itulah yang menyebabkan ia dikenal sebagai benda padat, cair atau gas; memancarkan warna yang berbeda; menghasilkan aroma yang tak sama, suhu tinggi dan rendah, kasar dan halus, dan sebagainya. Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”.

Namun… Tahukah Anda…. ???
Akal manusia bisa mengintervensi frekuensi tersebut sehingga terjadi resonansi lewat panca indera, lalu diteruskan ke otak secara elektromagnetik, dan muncul sebagai gambar-gambar di layar persepsi otak kita.

Namun, selain itu… bukan cuma benda, perasaanpun adalah energi yang bergetar. Bedanya, getaran yang terjadi pada perasaan adalah getaran kompleks yang terkait dengan resonansi sekelompok benda yang bergetar bersama-sama. Dalam hal ini, hati (baca: jantung) adalah tempat terjadinya resonansi, karena ia adalah representasi pikiran dan perasaan kita… Jika dilihat pada alat pengukur getaran jantung yakni ECG (Electric Cardio Graph) akan nampak bahwa seseorang sedang marah, takut, rileks, sedih, gembira, dan sebagainya. Getaran pada jantung tersebut beresonansi dengan anggota tubuh yang lain, dan secara elektromagnetik terpancar dari tubuh kita kepada lingkungan sekitar. Sehingga jangan heran apabila orang lain bisa merasakan kondisi emosi Anda meskipun Anda tidak menunjukkan/mengatakannya.

Oleh karena itu…
Kalau pikiran dan perasaan kita memancarkan energi positif, maka seluruh lautan energi akan teresonansi (ikut bergetar) menjadi positif. Lautan energi yang menjadi positif itu lantas kita tangkap kembali pantulannya lewat radar kita sendiri sebagai energi positif. Begitu pula sebaliknya bila kita memancarkan energi negatif. Dan itulah sebuah hukum alam yang sudah menjadi sunatullah… dari Sang Maha Pengatur…

Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:

“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46) 

Pelajaran Selanjutnya : PROSEDUR PENANGANAN KASUS




Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

0 komentar:

Posting Komentar