Melatih Kepeka'an

Latihan kepekaan pada prinsipnya adalah untuk membiasakan diri merasakan, memperhatikan dan menganalisis diri sendiri, mau pun lingkungan serta perubahan-perubahan (feed back) yang terjadi. Hal ini sekaligus meningkatkan / mengaktifkan sensor penerimaan dan pemancaran energi dengan benar secara obyektif dari praktisi. Secara ringkas latihan kepekaan ini bertujuan mengaktifkan secara nyata kemampuan praktisi sebagai receiver mau pun transmitter suatu medan atau gelombang energi ( energi alam atau personal dll.)


Sebagai praktisi energi minimal kita dituntut untuk memiliki kepekaan (dasar), yaitu mampu merasakan medan atau gelombang energi, baik yang datang dari Ilahi/Semesta mau pun dari tubuh/obyek lainnya. Karena selama ini banyak sekali pernyataan dan pertanyaan dari praktisi, kenapa saya tidak dapat merasakan sensasi apa-apa, biar pun sudah menerima attunement tingkat Master sekali pun ?

Tujuan artikel pendek ini adalah untuk menjawab masalah sensitivitas tersebut. Karena biar pun energi / reiki tetap berjalan dan masuk ke obyek tanpa kita perlu merasakannya, akan lebih baik lagi jika kita mampu merasakan/memonitor keluar masuknya energi tersebut. Akan lebih baik lagi jika kelak setelah peka dan chakra Ajna sudah aktif, maka diharapkan praktisi juga mampu tidak hanya merasakan tapi juga “melihat” warna energi dan pergerakannya.

Latihan ini amat mudah diikuti oleh siapa pun baik yang belum menjadi praktisi reiki atau pun yang sudah belajar reiki. Jadi apa pun profesi Anda kesempatan belajar mengenal energi tetap terbuka dan mudah dipelajari.

Kita semua tahu bahwa telapak tangan dan ujung jari-jari merupakan bagian tubuh yang amat peka. Misal Anda menyentuh api maka tangan akan terbakar dan ada rasa panas di tangan atau jari-jari. Sebaliknya bila menyentuh sebongkah es maka tangan dan jari-jari merasa dingin dan terasa membeku.Sensasi kedua rasa tadi karena adanya energi eterik di tangan Anda dan dengan mudah dapat dirasakan pada telapak tangan dan ujung jari-jari.

Apakah kepekaan telapak tangan dan ujung jari-jari hanya milik praktisi reiki yang memang sudah peka sekali setiap kali menyalurkan energi reiki?

Tidak sahabatku…justru kali ini kami ingin mengajak Anda berlatih menajamkan kepekaan kedua telapak tangan dan ujung jari-jari agar Anda juga bisa merasakan sensasi energi eterik sekalipun bukan praktisi reiki.

Latihan Dasar 1 :

Duduk bersila dan berdoa memohon lindungan & bimbingan Tuhan YME. Rileksasikan seluruh tubuh. Lalu goyang atau kibas-kibaskan kedua telapak tangan Anda perlahan-lahan agar menjadi lemas. Tetap santai dan jangan konsentrasi.

Lalu tekan dengan telunjuk tangan kanan titik tengah telapak tangan kiri seraya membuat gerakan memutar sekitar 10 detik-15 detik. Lakukan hal sama untuk telapak tangan kanan dengan telunjuk tangan kiri. Bila kedua telapak tangan tadi sudah diputar dengan telunjuk tangan kanan dan kiri segera buka kedua telapak tangan dan tempatkan secara berhadapan-hadapan. Ingat Anda harus tetap santai.

Tahan sebentar posisi kedua telapak tangan berhadap-hadapan ini dan rasakan ada sesuatu memancar dari titik tengah telapak tangan Anda. Ya titik tengah telapak tangan Anda adalah tempat chakra telapak tangan. Kendatipun Anda bukan praktisi reiki getaran universal telapak tangan tetap terasa sekalipun lemah sekali.

Pelan-pelan jauhkan kedua telapak tangan hingga berjarak sekitar selebar badan Anda lalu dekatkan kembali kedua telapak tangan dengan perlahan-lahan dan saya mohon Anda tetap santai. Ketika kedua telapak tangan tadi berhadapan di satu posisi akan merasa kedua telapak tangan menyentuh sebuah dinding tipis yang tidak terlihat.Jauhkan sedikit kedua telapak tangan sekitar 5 cm dari posisi semula.

Nah Anda akan kembali merasakan adanya tekanan antara kedua telapak tangan ini lalu dekatkan kembali. Rasakan…seakan-akan Anda kembali menyentuh benda padat layaknya bola atau buah jeruk Bali yang manis. Nah tekanan yang Anda rasakan di tempat ini karena adanya aura dari kedua telapak tangan yang bertemu saling berhadapan.

Bila Anda ingin mendekatkan kedua telapak tangan, saya persilakan…tidak usah malu. Bila Anda peka akan terasa kedua telapak tangan mengalir energi halus karena kedua telapak tangan tadi saling berhadapan dan menembus aura milik Anda. Nah getaran seperti arus atau getaran halus ini adalah pancaran energi dari tubuh Anda sendiri.

Berlatihlah sesering mungkin agar kepekaan telapak dan jari-jari Anda semakin terasah. Tidak usah kecewa dan putus asa bila dalam latihan ini Anda tidak merasakan sensasi apa-apa. Yang penting kurang peka bukan berarti Anda tidak berbakat. Tetap berlatih setiap hari dan lama kelamaan Anda akan merasakan sensasi energi yang memancar keluar dari kedua telapak tangan. Anda tetap mempunyai energi dan aura, sebab Anda masih hidup. Lain halnya bila Anda menjadi praktisi reiki maka dengan mempraktekkan reiki setiap harinya kepekaan akan adanya energi akan cepat terasah. Selamat berlatih.

Latihan Dasar 2 (Berpasangan ) :

  1. Prosedur sama seperti Latihan Dasar 1, hanya waktunya dipersingkat
  2. Cari teman dan duduk bersila/berdiri berhadapan jarak 1 meter, masing-masing menjulurkan kedua telapak tangannya ke depan. Gantian mengirimkan energi ke pasangan masing-masing, jika sudah mampu merasakan sekarang kirimkan energi hanya ke salah satu telapak tangan (tapi jangan diberi tahu ke pasangan anda). Setelah energi terkirim tanyakan ke pasangan anda, tangan mana yang diberi energi. Kalau jawaban sudah betul 90% saja, maka kemampuan obyektif anda dalam menerima dan merasakan energi sudah lumayan.
  3. Jika poin 2 sudah mahir, sekarang untuk meningkatkan obyektifitas anda merubah posisi duduk/berdiri dengan membelakangi pasangan anda. Sebaiknya telapak tangan dalam keadaan terbuka, lalu pasangan yang di belakang mengirimkan energi kali ini tidak perlu dengan menjulurkan telapak tangan, namun cukup dengan niat saja, beri instruksi atau visualisasi dengan pikiran, misal : energi ini saya kirim ke telapak tangan kiri si A. Lakukan bergantian dan berulang kali sampai mencapai ketepatan 90%.
  4. Jika poin 3 sudah mahir, sekarang lakukan dari jarak jauh – tentu saja dengan perjanjian dulu- misalnya jam 10 malam nanti anda dan pasangan akan saling mengirimkan energi dan jangan lupa untuk dicatat hasilnya sebagai bahan evaluasi. Karena sekarang telepon sudah memasyarakat, latihan juga dapat dengan saling menelepon di mana saat masih memegang telepon anda dan pasangan anda saling mengirimkan energi dst.

Latihan Dasar 1 & 2 di atas jika rajin dilatih biasanya 2 minggu sudah akan terasa hasilnya, dan tentu saja ini akan sangat membantu dalam melakukan Healing kepada sesama.
DETEKSI & PENYALURAN ENERGI
Mendeteksi penyakit phisik/psikis atau mendeteksi suatu obyek benda apakah memiliki getaran positif/negatif.

Caranya dengan menyalurkan energi ke telapak tangan saat penghembusan nafas, jika telapak tangan terasa hangat atau seperti kesemutan berarti sudah “on” . Lalu arahkan telapak tangan ke obyek (benda/tubuh) untuk merasakan getaran obyek.

Jika telapak tangan terasa terdorong/hangat biasanya obyek tersebut memiliki gelombang energi yang besar atau bisa juga terdapat sumbatan di bagian tubuh tersebut.

Sebaliknya jika telapak tangan tersedot/dingin, maka obyek terdapat kebocoran energi/lemah.

Jika obyek tidak terasa apa pun atau datar/sama getarannya secara keseluruhan biasanya obyek tidak memiliki gelombang energi atau kosong. Untuk tubuh yang getarannya datar artinya tubuh dalam keadaan normal/sehat.

Supaya mantap saat penyaluran energi juga ditambah affirmasi, misalnya :
Menyalurkan ke tubuh pasien:

“ Ya Allah, ijinkan saya menyalurkan energi ilahi nurun ‘ala nur pada tubuh/badan si A, bersihkan energi negatif dari dalam tubuhnya dan sembuhkan segala penyakit serta pulihkan kesehatannya lahir dan batin”.
Membersihkan ruangan atau benda :
“Ya Allah, saya niat menyalurkan energi ilahi nurun ‘ala nur pada seluruh ruangan rumah ini / benda ini, bersihkan dari segala bentuk energi negatif, penuhi dengan energi positif, energi perlindungan, keselamatan, kesehatan, kedamaian dan kesejahteraan”.
Affirmasi bebas asalkan selaras dengan hukum alam/Ilahiah jadi kreatifitas praktisi diharapkan di dalam mengaplikasi energi.

Akan lebih baik jika sebelum afirmasi ditujukan pada benda atau orang lain, agar praktisi menyalurkan energi untuk diri sendiri sebagai perlindungan diri baru diikuti afirmasi untuk benda atau orang lain.




Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :

0 komentar:

Posting Komentar